Miris dan sakit

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima drg. H. Ihsan, MPH keluarkan surat edaran, yang mengimbau semua pejabat dan seluruh karyawan RSUD Bima agar mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa, RSUD Bima tidak lagi menerima pelayanan bagi pasien yang tidak mampu.
Sungguh miris pikiran nya, layak kah beliau dikatakan sehat??. Sungguh ini saya katakan tidak sehat sebab sehat yang layak di katakan itu tidak hanya sehat jasmani tapi juga harus sehat rohani, termasuk jalan pikiran nya. Kebijakan tersebut sangat mempengaruhi masyarakat kabupaten Bima keseluruh nya sebab itu semakin membuat masyarakat merasa pesimis untuk Melani aktivitas dan kehidupan. Marilah kita renungi bersama bahwa keputusan itu jelas mengintimidasi masyarakat yang kurang mampu. Sebab urusan kesehatan Tuhan dan alam yang tidak dapat dihindari oleh manusia umum nya termasuk masyarakat yang tidak mampu. Jika benar keputusan itu di legalkan maka harapan hidup masyarakat kurang mampu menyerah kan sepenuhnya hidup dengan takdir Tuhan. Entah hidup di jalanin dengan pincang atau hidup layak nya seperti orang yang mampu. Memang kesehatan sungguh mahal harganya, tapi apalah daya Tuhan dan alam tak seperti yang kita harapkan. Tidak ada manusia di dunia ini yang menginginkan kesehatan nya terganggu, pasti mereka ingin menjalani kehidupan dengan kondisi sehat walafiat. Adakah rasa peri kemanusiaan jika keputusan ini benar-benar di legalkan. Sebab masyarakat juga bagian dari tanggung jawab pemerintah termaksud urusan pelayanan kesehatan ini. Selain itu juga, pemerintah harus sadar bahwa kesehatan ini juga sangat penting, bukan hanya milik orang berada saja tetapi juga termasuk masyarakat yang kurang mampu sebab kita sama-sama dari Dara dan tulang ibu Pertiwi. Tidak kah sakit batinmu jika seandainya manusia yang sedara dengan mu tidak di perhatikan dan dilayani dengan layak. Pasti sangat merasa sakit hingga bercucuran air mata melihat masyarakat miskin di anak tirikan padahal dari darah dan tulang yang sama. Tolong tolong tolong wahai petinggi daerah hanya kepada kalian kami menggantungkan harapan. Harapan ini tidak hanya untuk melanjutkan hidup tetapi harapan jauh membangun dan memajukan daerah yang mulia ini. Sampaikan salam perdamaian kami kepada kepala Rumah Sakit Umum Daerah daerah Bima, karena hanya engkau lah harapan suara ini diakui.

Iklan

IPMW Mataram (Uma Lengge Ndai Wawo)


Ikatan Pelajar Mahasiswa Wawo yang biasa disingkat dengan IPMW yang ruang lingkupnya berada di Kota Mataram merupakan wadah perkumpulan Mahasiswa dan pelajar yang berasal dari kecamatan wawo. Perkumpulan ini memiliki program membangun rasa solidaritas, loyalitas serta membangun kebersamaan silaturrahmi yang erat. Selain itu juga wadah ini juga ditafsirkan uma lengge ndai wawo mataram mengingat arti dan makna uma lengge yang identic denganfungsinya sebagai rumah untuk kegiatan musyawarah Bersama. Dengan latar belakang desa yang berbeda, logat yang berwarna tetapi memiliki tujuan untuk menjaga perdamaian dan nama baik Wawo di daerah rantauan. IPMW Mataram memiliki landasan serta panduan sistematik kerjanya yang di namakan sebagai AD/ART.
Uma lengge ndai Mawo ini juga didukung serta dikawal langsung oleh sesepuh-sesepuh yang menetap di Mataram yang biasa di kenang dengan Rukun Keluarga Wawo (RKW) Mataram. Bentuk kepedulian serta bantuan yang begitu luar biasa patutnya kita syukuri karena dinamika IPMW sejauh ini berkat sentuhan tangan dan bantuan mereka. Awal mula terbentunya IPMW pada saat itu juga tak terlepas dari pengorbanan ketekunan mereka pada saat itu ketika menjadi seorang mahasiswa. Dan hasil dari jerih payah mereka kita nikmatin dan rasakan hari ini bahwa indahnya membangun kesadaran berorganisasi.
Pada hari ini jugapun tradisi sesepuh-sesepuh dulu selalu cerminan dan menjadi tradisi yang terus berkelanjutan. Ini terlihat bahwa hari ini roda aktivitas Uma lengge ndai wawo mataram selalu diisi oleh keluarga-keluarga yang terpilih melalui musyawarah Bersama. Sebagai bentuk kesadarannya keluarga yang mengisi rumah yang mulia itu patutnya mereka harus menghiasi uma lengge dengan tampilan dan tatanan ruang yang menariik agar masyarakat lain selalu nyaman damai ketika berada di uma lengge. Sebagai bentuk penyadaranya juga mahaswa dan pelajar harus menyadari bahwa uma lengge merupakan rumah kita Bersama bukan sekedar milik keluarga yang terpilih.
Melaui tradisi gotong royang yang solit sama-sama kita tata dan kelola uma lengge sebagai tempat dan panggu atraksi bagi seluuruh pelajar Mahasiswa Wawo yang ada dimataram. Selain itu juga patutnya kita sadari bahwa uma lengge ndai wawo tidak hanya milik kita di mataram, tetapi juga di miliki oleh keluarga dan kawan kita di daerah yang lain hanya saja perbedaan geografisnya. Fungsi dan tujuannyapun sama sama-sama sebagai tempat untuk bermusyawarah. Dengan demikian layaknya kita syukuri kita mmiliki uma lengge ndai wawo.

Andai aku jadi Gus Dur


Oleh: Bayu ulum
Tanah air ini melimpah ruah
Padi dan jagung menjadi makanan harian
Laut dan sampudra terhampar hingga kepelosok negeri
Negeri yang kaya dengan sumber daya
Tapi dibalik itu semua taukah engkau bahwa
Fitnah,mencaci maki, menjatuhkan hingga anarkis
di tampilkan oleh wajah tanah air ini?
Aku merasa bingung tanah air ini milik siapa
Apakah tanah air ini milik tuhan? Ataukah milik presiden?
Aku selalu bertanya-tanya akan hal itu
Adadai aku jadi Gus Dur pasti aku tau akan hal itu
Kenapa harus Gus Dur?
Sebab Gus Gur tau jawaban itu
Inginkah Engkau ada perpecahan
Maukah Engkau ada permusuhan
Ataukah emakau menginginkan negeri ini terbelah
Tidak, tapi aku rindu perdamaian, keberagaman
Dan satu hal lagi aku rindu toleransi
Taukah engkau tuhan itu maha besar
dan yang perlu engkau tau tuhan tak perlu dibelah
Benarkah demikian?
Hanya gusdur dan tuhan yang mngetahiu tentang itu

Jum’at damai

Umat islam patut nya selalu bersyukur karena Allah memuliakan hari Jum’at. Hari Jum’at diyakini merupakan hari kemenangan bagi seluruh umat islam di dunia ini. Sebab di hari Jum’at umat islam di persatuan dalam di masjid untuk beribadah dan memaafkan satu sama lain. Dalam ibadah sholat jum’at pun diisi dengan khutbah dan bentuk umat saling ingat mengiati akan kemuliaan Allah SWT.